Meet You

meet-you

Title                 :           Meet You

Author            :           pearlshafirablue®

Cast(s)              :           Tan Hangeng [SJ]

Other Cast(s) :           Song Qian [f(x)] – Wang Fei Fei [miss A]

Genre               :           Romance

Rating              :           General – AU

Length              :           Vignette/Ficlet – 1007 Words [4 pages]

Disclaimer      :
Hangeng is not mine, he is belong to God, himself, his agency, his parents and his fans. But the story and plot is mine. No one can claim this as them. I don’t make many for this. Please respect, comment and appreciate it

pearlshafirablue®

Hangeng’s House, Shanghai, China 06.00 AM China Time

Aku membuka mataku perlahan. Sinar mentari mulai menyelusup masuk ke kamarku yang tirai-nya sudah terbuka separuh. Mataku mulai beradaptasi dengan keadaan sekitar.

Mendadak aku teringat sesuatu. Aku buru-buru berlari ke arah meja belajarku yang saat itu keadaannya tidak beda jauh dengan kandang babi. Tentu saja tidak benar-benar ada babi di sana. Tapi kotornya nyaris persis.

“Tanggal 28!” Seruku girang sambil buru-buru mengambil handukku yang tergeletak begitu saja di samping lemari. Aku sudah menunggu hari ini tiba begitu lama. Hingga akhirnya tiba juga.

Aku terus memasang senyumku saat mandi.

pearlshafirablue®

Gimpo Airport, Seoul, South Korea 11.00 AM KST

Aku menginjakkan kakiku di Seoul untuk pertamakalinya—akhirnya—dalam sebulan ini. Kuhirup udara musim dingin Seoul yang segar. Awal bulan nanti sudah mulai memasuki musim semi. Jadi kurasa hari ini tidak akan terlalu dingin.

Aku pergi ke meja resepsionis di bandara yang menyediakan jasa transportasi. Kurasa aku akan ke rumah Qian naik taksi. Pergi ke sana naik bus hanya akan menghabiskan waktu.

Sedangkan aku ingin bertemu dengan dia secepatnya.

Akhirnya setelah beberapa menit menunggu, taksi yang kupesan tiba. Supir taksi yang umurnya sudah sekitar sepertiga abad itu tersenyum ke arahku seraya membukakan pintu bagasi dan menaruh koper hitamku di dalamnya. Tak sampai semenit, taksi ini sudah berada di luar bandara Gimpo.

“Siang yang indah, hm?” Supir taksi itu tiba-tiba memecah keheningan. Bisa kulihat matanya menatapku dibalik kaca spion depan. Aku tersenyum.

“Tentu saja. Apalagi hari ini saya akan bertemu dengan kekasih saya yang sudah sebulan tidak saya temui.” Tuturku pelan—sama sekali tidak bermaksud sombong.

Pria setengah baya itu tersenyum, “wah, pasti hari ini akan jadi hari yang menyenangkan untuk kalian berdua.”

“Tentu saja! Banyak sekali yang ingin saya ceritakan kepadanya ketika saya di China.” Jawabku girang.

“Hmm.. jadi kau tinggal di China dan kekasihmu disini?” Tanya pria itu.

Ne. Begitulah. Pekerjaan saya mengharuskan saya tinggal di China. Sedangkan, keadaan yang memaksa kekasih saya untuk tetap tinggal di Korea Selatan.” Jawabku—dengan sedikit sendu. Ya, jika saja kami berdua bisa sama-sama menetap di China.

“Kapan kalian akan bertemu?” Tanya pria itu lagi sambil memutar kemudi ke arah kanan.

“Setiap tanggal 28 tentunya—hari ini.” Tuturku. Aku tidak sabar untuk segera bertemu dengannya!

Pria itu hanya membalas kalimat terakhirku dengan senyuman. Beberapa menit kemudian—yang hanya diisi keheningan—taksi ini akhirnya sampai tepat di depan rumah besar yang luasnya sekitar 1 hektar di kompleks perumahan Gangnam-gu.

Setelah membayar ongkos taksi dan mengucapkan terimakasih, aku berjalan perlahan menuju gerbang rumah tersebut—sambil menarik koperku yang sebenarnya tidak terlalu berat.

TING TONG

Terdengar bunyi bel yang keras saat aku menekannya. Aku menunggu dengan sabar dan tak lama terdengar suara dari interkom.

“Annyeonghaseyo, siapa disana?

Aku tersenyum sambil menekan tombol interkom tersebut. “Kau masih ingat padaku kan?” Jawabku balik bertanya. Mendadak suara dari interkom menjadi riuh.

Aah! Tentu saja, Hankyung-ge. Masuklah.”

Pagar rumah besar itu terbuka dengan sendirinya. Aku masuk sambil tersenyum ke arah Kim Jongwoon, tukang kebun keluarga Song yang saat itu tengah memotong rumput. Ia balas tersenyum ke arahku.

“Wah, saya tidak sadar kalau ini sudah tanggal 28. Selamat datang, Hankyung-ssi.” Sapanya sambil membungkuk—meninggalkan gunting rumputnya di atas tanah.

“Kau terlalu banyak bekerja sehingga lupa tanggal,” ucapku asal. “Dan berapakali kubilang, kita sudah kenal lama, jangan berbicara terlalu formal dan kaku seperti itu dihadapanku.”

Jongwoon hanya nyengir sambil menggaruk-garuk rambutnya. Ia kembali mengerjakan tugasnya itu.

Aku meneruskan perjalananku menuju pintu. Disana sudah ada Qian dan Fei.

“Hankyung gege!” Fei memelukku terlebih dahulu. Aku melepaskan pegangan pada koper dan membalas pelukannya. Aku sudah terlalu lama tidak merasakan hangat pelukannya.

“Hahaha, bogoshippoyo, Fei-ah. Waktu aku kesini bulan kemarin, kau tidak ada, eoh?” Tanyaku basa-basi sambil menggosok-gosok rambut ikalnya itu.

Mianhae, ge. Bulan lalu aku pergi trip bersama Suzy dan Jia.” Jawabnya dengan nada sedikit menyesal. Padahal sejujurnya aku sudah mendengar berita itu dari Qian bulan lalu.

Setelah sedikit mengobrol dengan Fei, aku beralih ke arah Qian. Aku memeluknya erat. Dia tersenyum dan membalas pelukanku.

“Aku nyaris lupa kalau kau akan datang siang ini. Kupikir ini masih tanggal 20,” ujarnya sambil terkekeh. Aku hanya tersenyum sambil menarik ujung hidungnya. “Masuklah, ge.” Tawarnya.

“Ah, tidak.” Tolakku langsung. “Aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya.”

Fei dan Qian memandangku heran. “Kau yakin tidak mau masuk dan minum teh dulu?” Tanya Qian.

“Iya, ge. Istirahatlah dulu sejenak.” Tambah Fei. Tapi aku menggeleng.

Ani. Aku benar-benar rindu dengannya.” Tuturku. “Kalian tidak keberatan kan?”

Fei dan Qian berpandangan sebentar. Mereka menggeleng.

pearlshafirablue®

            “Ya! Kau tahu tidak sih aku sangat merindukanmu?”

Dia hanya diam. Tapi aku tahu dia mendengarkan.

“Kau tahu tidak sih, beberapa hari ini aku selalu tidur lewat dari pukul 12 malam karena memikirkanmu?” Aku melanjutkan, “aku tidak sabar hari ini tiba! Banyak sekali yang ingin kuceritakan padamu. Yang pertama soal Henry, kau tahu tidak? Seminggu yang lalu dia menikah! Pernikahannya sebenarnya sederhana, tapi bagiku sangat meriah! Dia mengundang seluruh teman-teman kita saat SMP, termasuk Siwon dan Shinyeong! Kau mengingat mereka berdua kan? Yang dulu paling sering bertengkar di kelas tapi akhirnya berpacaran,” aku terkekeh sebentar. “mungkin sebentar lagi mereka akan menyusul Henry dan Seukhye. Andai saja kau tidak sibuk, aku yakin kau bisa pergi bersamaku ke pernikahan Henry.” Tambahku sedikit sendu. “Hmm… kira-kira…” Aku menggantungkan kalimatku, sengaja membuatnya penasaran. “Kapan ya kita bisa menyusul Henry seperti Siwon dan Shinyeong?”

Tiba-tiba angin berhembus semakin kencang. Aku mengeratkan mantelku. Daun-daun mulai berguguran. Padahal sebentar lagi musim semi.

“Hankyung ge?” Aku mendengar suara Qian dari belakang. Aku menoleh sambil tetap memasang senyumku. “Gwaenchana?”

Aku berdiri sambil membersihkan mantelku yang tadi dijatuhi oleh beberapa daun pinus. “Nan Gwaenchana. Tadi aku dan dia terlibat pembicaraan yang menarik.”

Qian menatapku dengan senyum yang dipaksakan—aku tahu sekali. “Wah? Benarkah? Apa yang kalian bicarakan?”

“Tentang pernikahan Henry dan Seukhye.” Jawabku. “Menurutmu, kapan kami berdua bisa menyusulnya?”

Mendengar pertanyaanku yang terakhir, Qian hanya tersenyum kecut. Ia langsung berjalan melewatiku dan menaruh sebaket bunga di atas pangkuannya.

REST IN PEACE

          PARK HEERA (1991 – 2013)

          PARK HEESAN’S AND SONG YI RA’S DAUGHTER

          HOPE GOD BLESS HER

          Aku tersenyum membaca tulisan di batu nisan itu. Betapa sering namanya muncul dalam pikiranku. Park Heera. Bukankah itu nama yang indah?

pearlshafirablue®

-THE END-

P.S.

Hello readers! Ini adalah FF Ficlet-ku yang ketiga, setelah School Bus & Let’s Finish Our Friendship. Dan ide buat FF ini nongol begitu aja past lagi dengerin lagu Happiness(?) #ganyambung. Yang jelas, aku lagi kangen pol sama hangeng pas buat FF ini. Pokoknya nikmatin ajalah, maaf kalo kurang bagus dan banyak typo.

AND PLEASE BE RUDE. PLEASE COMMENT! YOUR COMMENT IS SAME AS HONOR FOR ME. THANK YOU^^

Published on 2013© All Copyright Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s