BELIEVE | Teaser

believe

Disclaimer      :
The characters are God’s and themselves’. But the story is mine. Suzanne Collins’ novels are my inspiration, such as Hunger Games and Catching Fire. I don’t make money for this.

WARNING!!
Many suspense scene here! The children  under 13 years old should not read this story!

pearlshafirablue®

            Mendadak mataku terbuka. Sinar matahari terik memaksa masuk ke dalam mataku yang masih setengah menutup ini. Aku mengerjap-ngerjapkan mata.

“Hm?” Aku bergumam bingung. Oh ternyata aku pingsan. Wajar saja sih, semalam aku terbentur keras sekali.

Setelah mataku benar-benar sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, kuedarkan pandanganku ke sekeliling. Alisku naik. “Kenapa ada padang rumput di sana?” Gumamku heran.

Aku berjalan menuju hamparan rumput yang sangat luas di hadapanku itu. Seingatku tadi malam aku memang pingsan di sini—di hutan belakang bukit, tapi sejak kapan di hutan pinggiran kota Seoul ada padang rumput seluas ini?

Tanpa pikir panjang, kupijakkan kakiku di atas rumput tersebut.

Jantungku nyaris copot saat sebuah kapak besi melayang tepat ke arah dahiku.

BRRAK!

Untung saja naluriku cepat menanggapi serangan tadi. Aku menunduk dan kapak tadi langsung menembus pohon di belakangku. Aku menatap lurus ke depan. Mencari siapa gerangan yang berani-beraninya melempar kapak ke arahku.

“Sooyeon?” Aku menyerngitkan dahi bingung—plus kaget. Bagaimana bisa kakak perempuanku itu berdiri di sana—di tempat dimana kapak tadi berasal. “Apa yang kau lakukan disini?”

Karena jarakku dengannya jauh, aku tidak bisa menangkap ekspresinya. Tapi tiba-tiba, ia melempar sebuah barang mengilat ke arahku.

Dan kali ini pisau.

Aku melompat ke samping dengan cekatan. Nafasku memburu. Bukan karena takut—tapi karena bingung.

Ya! Sooyeon-ah! Apa kau sudah gila?! Barusan kau melempar pisau pada adikmu sendiri!” Umpatku. Dia tidak menjawab.

Tak sampai sedetik bisa kulihat dia berlari ke arahku. Di tangannya ada 2 benda yang berkilau—yang aku yakini adalah benda berbahaya.

Aku menelan ludah. Apa yang dia lakukan?

Aku menunggunya sampai benar-benar berada di hadapanku. Ketika jaraknya denganku hanya terpaut 10 meter, bisa kulihat seringai yang terpasang di bibirnya. Aku mundur beberapa langkah.

Tak kusangka langkahnya sangat cepat. Dalam 5 detik dia sudah berada di hadapanku dan…

BRRET!

Sebuah kapak melayang—lagi—di hadapanku. Kapak itu berhasil memotong beberapa helai rambutku yang tidak bisa kuselamatkan. Aku buru-buru menatap Sooyeon yang masih menyeringai. Gadis ini sudah gila.

Belum sempat aku berbicara, Sooyeon sudah menghempaskan kapak tadi ke depanku—yang untung saja bisa kuhindari. Dan kali ini, kucekal tangannya.

“Sooyeon-ah!” Bentakku. “Kau gila? Apa kau mau membunuhku?! Dimana kita?! Apa yang terjadi denganmu?!” Introgasiku. Tapi Sooyeon tidak membalas. Kini wajahnya terlihat gusar dan ia terus memberontak—melepaskan tangannya dari cengkramanku.

Tapi aku lupa kalau tangan satunya lagi masih memegang pisau.

GRASH!

Bertetes-tetes cairan merah jatuh ke tanah. Tanganku mati rasa. Sebuah luka gores menganga lebar di lengan kananku.

Sebelum psikopat gila ini kembali bertindak, aku buru-buru lari. Kurasa aku akan kalah jika diam disitu tanpa senjata.

Aku berlari ke arah hutan tanpa arah. Aku tidak peduli jika nantinya aku akan tersesat. Sekarang prioritasku adalah nyawaku sendiri.

Dan bisa kudengar derap kaki Sooyeon dari kejauhan. Aku buru-buru berlari dengan panik. Rasa sakit di tanganku mulai tidak bisa di kendalikan.

Mendadak kakiku menyandung sesuatu. Aku terjatuh ke tanah dan darah dari tanganku terciprat kemana-mana. Aku menoleh ke belakang. Sooyeon sudah berada 5 meter di hadapanku dengan 2 senjata berbahaya di tangannya.

Dia maju perlahan dan sebaliknya—aku mundur beberapa kali. Dan tanpa bisa kucegah kapak itu ia layangkan ke arahku.

KRRAAAK!

Aku membuka mataku. Sebuah tubuh kokoh menghalangi pandanganku. Kugeser kepalaku beberapa inci dan aku langsung sadar apa yang terjadi.

“Soojung-ah! Lari! Lari!” Seru Kris keras. Tangannya masih berusaha menghalau kapak Sooyeon yang sekarang bersarang di kayu yang ia pegang.

Dan tanpa banyak tanya, aku langsung berlari meninggalkan mereka berdua. Mendadak aku melupakan rasa sakit di tanganku.

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Sooyeon—kakakku sendiri nyaris membunuhku? Kenapa dia dan Kris bisa ada di hutan ini? Dan kenapa Kris… punya banyak senjata di kantongnya tadi?!

pearlshafirablue®

-END OF THE TEASER-

 Published on 2013© All Copyright Reserved.

Advertisements

3 thoughts on “BELIEVE | Teaser

  1. teaser nya aja udah bikin deg2an…
    kapan dilanjut eon?
    kasih tau ya kalo udah posting lanjutannya .. hehe..#bawel
    pastikan aku 1st reader ^^

    salam kenal , ini dr Na Young yang td coment di “TEA” nya eonnie di sujuff2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s