[Special for HanSica’s Birthday!] Meaningful

meaningful

 

[Special for HanSica’s Birthday] Meaningful || Written by pearlshafirablue || Staring by Xi Luhan [EXO-M] & Jessica Jung [GG] || Life || PG-13 || Ficlet ||

Poster by Yoospencer at Café Poster

Disclaimer
The story belongs to me. The casts belong to God and themselves. Already posted at my own blog. Once fiction it’ll be forever fiction. Don’t think this too much. I don’t make money for this.

A/N
Happy Birthday Xi Luhan and Jessica Jung! Sorry for the late post. Final Examination make me crazy!

-o0o-

            Jessica Jung bukanlah seseorang yang penting untuk Girls’ Generation.

Setidaknya begitulah yang ia pikirkan.

Ia bukan seorang visual. Bukan seorang main vocal. Bukan seorang leader. Apalagi seorang maknae. Sebenarnya ia bukan siapa-siapa.

Wajahnya tidak se-flawless Yoona dan tidak semuda Taeyeon. Tubuhnya tidak setinggi Sooyoung. Kemampuan menarinya tidak sebagus Yuri—apalagi Hyoyeon. Suaranya tidak seindah Tiffany. Tingkahnya tidak sesopan Seohyun. Ia juga tidak memiliki imej cute seperti Sunny.

Yang ia tahu, ia terkenal di kalangan fans sebagai ‘Ice Princess’. Tapi benarkah seperti itu dirinya? Bukankah Ice Princess berarti seorang putri yang dingin, cuek dan tidak berperasaan? Apakah hal-hal itulah yang dilihat orang dari dirinya?

Dan jika ada peringkat mengenai ‘Girls Generation The Most Bitchie Member’, pasti dia menduduki peringkat pertama. Pasti.

-o0o-

Friday, April 19th 2013

Jessica menghela nafas berat. Ia menyesap secangkir kopi hitam yang daritadi menemaninya merenung di atap gedung SM.

Bulan tidak terlalu menampakkan dirinya malam ini. Bahkan, sang dewi malam juga tidak merestui adanya Jessica disini—yang terus menatapnya dengan lirih. Jessica kembali menghela nafas.

Kendati Sunny dan Hyoyeon sudah menghubungi ponselnya daritadi, ia masih belum bergerak. Ia terlalu malas untuk bertatapan muka dengan teman-temannya.

Setelah 5 tahun berkarir di dunia selebritas, ia baru sadar.

Kalau sebenarnya ia bukan siapa-siapa.

“Kupikir, tidak ada orang lain yang tahu tempat ini.”

Tiba-tiba terdengar suara asing yang berasal dari belakang tubuh Jessica. Aroma citrus langsung menusuk hidungnya. Jessica menoleh.

“Ka-kau…?” Jessica menyipitkan kedua matanya. Mereka-reka siapa lelaki di hadapannya kini. Ia sedikit lupa namanya.

“Xi Luhan.” Ucap lelaki itu sambil tersenyum. Jessica mengangguk-ngangguk mengerti. “Selamat malam, sunbae.”

“Malam.” Jawab Jessica sembari menarik ujung bibirnya—berusaha membalas senyuman Luhan.

“Apa aku boleh duduk disini?” Tanya Luhan sambil menunjuk tempat kosong di sebelah Jessica. Jessica hanya mengangguk.

Luhan tersenyum dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas pinggiran balkon yang juga diduduki Jessica. Ia memandang rembulan yang hanya tampak seperempat.

“Mau kopi?” Tawar Luhan.

Jessica menggeleng, “oh, aku sudah punya.” Jawabnya sambil menunjukkan secangkir kopi yang isinya tinggal separuh di tangannya.

Luhan hanya mengangguk. “Eum… anyway, sedang apa kau disini, sunbae?” Tanyanya—berusaha memulai pembicaraan.

Jessica tidak menjawab. Matanya tidak bergerak dari buih-buih kopi di tangannya. Dia saja tidak mengerti apa yang sedang dialaminya, apalagi orang lain?

Sunbae?”

“Eh iya?” Jessica tersadar dari lamunannya. Matanya tak sengaja bertemu dengan mata Luhan.

Luhan menatapnya cukup lama—cukup membuatnya heran dan risih. Hingga akhirnya Luhan mendesah pelan, “Kau seperti sedang ada masalah.” Ucapnya, sembari menggaruk rambut hazel miliknya yang kebetulan tertiup angin malam.

Jessica meneguk salivanya perlahan. “Luhan…”

Luhan menoleh perlahan ke arah Jessica. “Ya, sunbae?”

“Apakah kau pernah merasa kalau kau tidak ada gunanya di dunia ini?” Tanya Jessica retoris. Ia menatap mata kelabu Luhan.

Luhan mengalihkan pandangannya saat mendengar pertanyaan Jessica. Ia kembali menatap bulan. “Tentu saja tidak.” Jawab Luhan mantap. Jessica sedikit syok mendengar jawabannya. Tetapi hanya selang beberapa detik wajahnya kembali tertekuk.

“Ah, aku mengerti. Tentu saja kau berguna untuk EXO. Kau adalah seorang visual. Kau juga lead dancer. Kau tampan, baik, dan memiliki senyum sempurna. Apalagi yang kurang?” Oceh Jessica.

“Hei, sunbae. Bukan itu maksudku.” Luhan memotong perkataan Jessica. “Hanya saja, aku yakin. Di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak berguna.”

Sontak Jessica menoleh. Pernyataan Luhan barusan benar-benar membuatnya terkejut. “Kau tahu, sunbae. Seburuk apapun tingkah seseorang, seburuk apapun rupa seseorang, pasti dia dilahirkan di dunia ini dengan suatu tujuan. Tidak peduli sekecil apapun tujuan itu, tapi tetap saja. Di dunia ini tidak ada yang tidak berguna, sunbae.”

Jessica masih terus menatap Luhan yang kini tengah menghirup aroma kopinya yang mulai kehilangan kalor. Ia tidak percaya ada seorang hoobae yang memiliki pikiran panjang seperti pria di depannya sekarang.

“Tetapi…” Jessica mengalihkan pandangannya dari Luhan. Kini ia menatap kedua kakinya yang terus bergerak-gerak. “Aku tidak tahu tujuanku hidup, Luhan. Sampai sekarang.” Ujarnya. “Bahkan di dalam Girls’ Generation saja aku tidak tahu apa tujuanku. Aku tidak tahu apa spesialnya aku disana. Aku benar-benar tidak tahu.” Tambah Jessica.

“Hei, sunbae. Ayolah, kau Jessica Jung! Anggota Girls’ Generation dengan fans terbanyak—”

“Dengan anti­-fans terbanyak juga kan?” Jessica memotong perkataan Luhan. “Aku merasakannya, Luhan. Aku merasakan bahwa banyak sekali orang yang menganggapku centil, cerewet, dan sok terkenal. Apakah diriku se-bitchie itu?”

Luhan tidak menjawab. Ia kembali meneguk kopinya.

Hening sesaat.

“Aku juga merasakannya.” Tiba-tiba Luhan memecah kesunyian. Ia menoleh ke arah Jessica. “Aku juga berpikir bahwa kau adalah wanita yang centil, suka mendekati pria dan… apa tadi istilahnya? Bitchie? Yah, aku merasakannya, sunbae.”

Jessica mencelos mendengar pernyataan Luhan. Bahkan, hoobae-nya yang tidak terlalu ia kenal saja dapat merasakannya.

“Tapi jika tidak seperti itu, maka kau bukan Jessica Jung.” Tambah Luhan dengan senyum yang sulit diartikan.

“Maksudmu?” Jessica menautkan kedua alisnya. Tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Luhan.

“Jika seorang Jessica Jung bertingkah sopan seperti Seohyun, atau bertingkah imut dan kiddo seperti Sunny sunbae, maka ia bukanlah lagi Jessica Jung. Karena Jessica Jung adalah wanita yang centil, ceria, and totally sexy. Itulah Jessica Jung. Jessica Jung tidak punya definisi lain selain itu.” Jawab Luhan—kembali mengulum senyum. “Jessica Jung memang bukan seorang visual, leader, dan lead dancer di Girls’ Generation. Tapi tanpa seorang Jessica Jung, Girls’ Generation bukanlah apa-apa. Girls’ Generation tidak akan punya member yang cerewet dan membenci mentimun sepertinya. Dan tanpa dia, Krystal Jung juga tidak memiliki kakak yang perhatian. Jessica Jung benar-benar seseorang yang penting di dunia ini. Ia memiliki banyak sekali penggemar. Jika ia tidak ada, mungkin penggemar-penggemarnya akan menjadi pengangguran. Hahaha, maksudku, mungkin penggemar-penggemarnya tidak akan memiliki idola sesempurna dirinya. Bahkan Kris Wu dan anggota EXO lainnya sangat mengagumi dirinya. Apalagi yang kurang?”

Mau tak mau Jessica tersenyum mendengar ucapan Luhan yang begitu menenangkan.

“Kau tidak boleh berpikir kau tidak berguna di dunia ini, sunbae. Itu sama saja dengan menghina ciptaan Tuhan. Karena Tuhan tidak mungkin salah melahirkan seseorang ke dunia tanpa tujuan.” Luhan kembali menambahkan. Kini kopi yang ada di gelasnya sudah kosong.

Jessica menatap bulan dengan senyum yang tidak bisa berhenti mengembang di bibirnya. “Kurasa aku tahu, kenapa kau memiliki banyak sekali penggemar, Luhan.”

Luhan hanya terkekeh mendengar ucapan Jessica. Mendadak, ia teringat sesuatu.

Sunbae, ini tanggal berapa?” Tanya Luhan.

Jessica menoleh ke arah arlojinya sebentar dan langsung menjawab, “tanggal 19. Ada apa?”

Luhan memasang wajah seserius mungkin. “Apa kau tidak tahu, sunbae, besok ada anggota EXO-M yang berulang tahun!” Seru Luhan membulatkan matanya.

Jessica menyerngitkan dahi heran. Kenapa tiba-tiba Luhan berbicara seperti ini?

Jessica berpikir sebentar. Hingga ia menyadari apa tujuan pembicaraan Luhan. “Dan apa kau tahu, Luhan. Kemarin ada anggota Girls’ Generation yang berulang tahun!” Serunya membalas perkataan Luhan.

Hening sebentar.

Dan tiba-tiba mereka berdua langsung tertawa bersamaan.

Happy birthday, sunbae.”

Happy birthday, hoobae.

-o0o-

END

P.S
Alohaaaaaa! Pasti kalian semua heran ya kenapa author ketinggalan jaman ini nge-post FF special for HanSica’s birthday?-_- Okesip, maaf banget aku baru nge-post. Soalnya 4 hari belakangan ini aku disibukkan dengan Ujian Nasional. Mana IPA-nya susah lagi #plak #curcol

Oiya, aku mau ngucapin happy birthday for our beloved deer and our beloved ice princess! Maaf banget ya telat, plis cici, abang maapin aku :<

Dan aku minta maaf juga sama readers karena ceritanya terlalu maksa dan aneh. Aku buatnya hanya dalam waktu 2 jam plis dimaklumin :3

Okesip, needs comment ya!

jessica_bday_pearlsafhirablue

luhan_bday_pearlshafirablue

 

Artwork by Dii

Advertisements

6 thoughts on “[Special for HanSica’s Birthday!] Meaningful

  1. aahh keren bangeet… aku demen banget sama Hansica couple.. bener-bener serasa jodoh thor… Jessica tgl 18 sedangkan Luhan tanggal 20.. cuman beda 1 hari doang kekeke keep writting about HanSica couple yah thor~! himnae~!! fighting~!

  2. Aku nangis loh bacanya. Aku jadi ngerasain maknanya. Aku juga merasa jadi Jessica. FF ini benar2 menyangkut fakta. Aku gak bisa pikir deh gimana kalo Jessica bener2 ngerasain ini. Haha! Good job!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s