[Ficlet] Espresso

espresso

ESPRESSO

a short movie starring by
Do Kyungsoo & Kim Taeyeon

by
pearlshafirablue

-o0o-

Disitulah lelaki itu menunggu.

Di sebuah kafe pinggir jalan yang terkenal akan keramahan pramusajinya.

Do Kyungsoo menyesap kopi pahit yang baru sampai di mejanya beberapa menit yang lalu. Jasnya ia biarkan terurai di tiup angin musim gugur. Surai coklatnya ia tata sedemikian rupa. Ia tidak mau tampil buruk hari ini.

Di hari terakhir ia bertemu dengan wanita itu.

Iris hazel-nya terus menjelajahi kafe kecil itu. Siapa tahu, wanita yang daritadi ditunggunya sudah sampai.

Benar saja, beberapa detik kemudian tatapannya bertemu dengan tatapan seorang wanita yang terlihat sendu.

“Do Kyungsoo…” Terdengar panggilan lirih Kim Taeyeon—wanita yang ditunggu Kyungsoo.

Kyungsoo tampak tak menghiraukan panggilan tersebut. Bibirnya belum lepas dari mulut cangkir.

“Maafkan aku Kyungsoo.” Kini suara gadis itu terdengar serak. “A-aku… aku menyesal. Aku tidak bermaksud bermain di belakangmu. Sungguh.” Dari ekor mata Kyungsoo, ia bisa melihat kini Kim Taeyeon mulai menangis. “A-aku tidak berbohong, hanya saja waktu itu Jiyoung—”

“Taeyeon-ssi.” Kyungsoo mengangkat tatapannya. “Tenang. Duduklah.” Ujarnya hangat.

Taeyeon membulatkan matanya sebentar. Ia tidak percaya lelaki keras kepala yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun ini masih bisa bersikap ramah padanya. Padahal baru kemarin ia menghancurkan hati Kyungsoo—yang memergokinya berjalan mesra bersama Kwon Jiyoung. Lelaki yang notabene sahabat Kyungsoo sejak kecil.

“Kau benar-benar tidak mau duduk?” Suara Kyungsoo membuyarkan lamunan Taeyeon. Dengan gugup, ia segera duduk di kursi kosong di hadapan Kyungsoo.

“Kyungsoo, dengar, aku ingin—”

“Santailah sejenak, Taeyeon.” Suara ramah Kyungsoo kembali membuat Taeyeon terdiam. Mata Kyungsoo kini beralih ke arah secangkir espresso dengan asap yang masih mengepul di atasnya. “Aku sudah memesankan minuman kesukaanmu. Minumlah dulu.” Ujarnya.

Dengan canggung, Taeyeon menyesap espresso hangat yang dipesankan Kyungsoo. Setelah menghabiskan seperempat isinya, ia kembali menghadap Kyungsoo.

“Kyungsoo, cepat atau lambat, aku harus mengatakan ini. Aku tahu—”

“Ya, aku mengerti.” Potong Kyungsoo. Taeyeon menautkan kedua alisnya—heran.

“A-apa yang—”

“Aku minta maaf karena tidak bisa jadi yang terbaik untukmu, Taeyeon. Mungkin Jiyoung lebih baik dariku. Aku mengerti. Tenang saja.” Kyungsoo menarik sudut bibir kanannya membentuk sebuah senyuman. Ia menatap iris madu Taeyeon yang masih memandangnya tidak percaya.

“Su-sungguh? Kau membiarkanku dengan Jiyoung? Kau rela putus denganku?” Kini mata Taeyeon terlihat berbinar. Kyungsoo mendengus melihatnya. Tetapi ia tetap memasang sesungging senyuman di bibir tebalnya.

“Ya. Tentu saja. Aku mencintaimu, Kim Taeyeon. Tidak ada yang membuatku lebih bahagia dibanding melihat kau bersama orang yang kau suka.” Jawab Kyungsoo—ironis.

Taeyeon terlihat gembira sekali. Berbanding terbalik dengan suasana hatinya saat berangkat menemui Kyungsoo disini. “Te-terimakasih, Kyungsoo! Terimakasih! Aku akan selalu berdoa agar kau menemukan wanita yang lebih baik daripada aku! Terimakasih!” Seru Taeyeon tak henti-hentinya membungkuk di depan Kyungsoo.

Kyungsoo hanya bisa tersenyum—sambil sesekali mengangguk.

Setelah menghabiskan espresso-nya, Taeyeon segera beranjak. “Terimakasih sekali lagi, Kyungsoo. Kau memang yang terbaik.” Seru Taeyeon sebelum berbalik memunggungi Kyungsoo.

Benarkah aku yang terbaik?

Mendadak, Taeyeon berhenti melangkah. “Oeeeekk!” Mulutnya mengeluarkan erangan kesakitan berkali-kali. Tubuhnya ambruk seketika.

Pegawai kafe beserta pengunjung yang berada di sekitarnya langsung berlari mengerubungi  Taeyeon. Terlihat busa putih keluar dari mulutnya.

Kyungsoo yang melihat kejadian itu kembali menarik salah satu sudut bibirnya. Alih-alih senyuman hangat, tapi yang terbentuk di bibirnya malah sebuah senyuman miring.

Ia bangun dari tempat duduknya. Membetulkan dasi hitamnya yang tadi sempat berantakan.

Kaki jenjangnya melangkahi tubuh Taeyeon yang kini dikerumuni banyak orang. Ia menoleh sebentar ke belakang. Tidak mempedulikan berbagai macam tatapan murka dari orang-orang di sekitarnya karena melangkahi tubuh tidak berdaya itu.

Kyungsoo kembali tersenyum.

Ia berjalan keluar dari kafe.

Setelah dirinya berada sekitar 200 meter dari kafe, mendadak terdengar ledakan yang memekikkan telinga. Kafe yang baru beberapa menit ditapakinya kini menjelma menjadi kobaran api dan kepulan asap. Suara klakson mobil dan hiruk-pikuk orang yang berlarian di sekitarnya tidak bisa melunturkan senyum yang daritadi terpahat di bibir lelaki berjas coklat itu.

Ada racun di espresso yang diminum Taeyeon.

Ada bom di samping meja kasir.

Kyungsoo kembali menoleh ke belakang. Kini 2 buah mobil polisi sudah terparkir dengan rapi di depan kafe yang baru saja meledak di pinggiran kota Seoul tersebut.

Kyungsoo membuka pintu mobilnya perlahan. Ia menghempaskan tubuhnya bersamaan dengan tertutupnya pintu mobil.

Apakah Kyungsoo kekasih yang baik?

Tentu saja. Tidak ada yang lebih mencintai Taeyeon dibanding dirinya. Tidak seorangpun—termasuk Jiyoung.

Dan jika Kim Taeyeon tidak bisa menjadi miliknya,

.

.

.

maka tidak bisa menjadi milik siapapun.

.the end.

LEAVE YOUR COMMENTS OR CLICK THE ‘LIKE’ BUTTON PLEASE.

Advertisements

23 thoughts on “[Ficlet] Espresso

  1. Aku yakin pernah membaca ff ini tapi aku tidak yakin pernah meninggalkan jejak disini. Jadi, disinilah aku. Ya aaaaaampyun, ini keren~ tapi kenapa harus kyungsoo dan taeyeon T__T usia uda beda jauh, suara mereka sama-sama gila, dan sama-sama muka-muka unyu kaya aku u,u Ayolah, jangan nistakan kyungsooku. Bener-bener nggak bisa bayangin kyungsoo kaya gitu u,u
    Jadi, bagaimana dengan sequel?

      • halo lagi thor u,u halooooooo..
        sama-sama :’)) makasih juga uda dibales komennya hoho
        aku kirain gak mungkin dibales :’)
        kali aja sequelnya ceritanya kyungsoo dapetin jieun (iu), siadiknya taeyeonie~ wahahaha kaga mungkin sih ya. tapi.. gila loh. kaga bosen baca ini, walaupun nggak se-merinding pertama kali bava ini hoho

          • soalnya.. jarang-jarang komen dariku -diblog lain- dibales.. apalagi kalo freelance:( kadang itu -gakdibales- yg bikin bete dan males nulis komen. jadi reader juga bisanyeseklo.

            ayo thor, nggak mau tau. engkau harus mengobatiku dg sequelnya espresso u,u kalo bisa namaku juga berpartisipasi ya? jadi pacarbarunya kyungsoo mungkin? wkwk abaikan itu hayo mana sequelnya

            • Waah aku selalu berusaha buat bales komen T_T maaf ya aku baru bales komen kamu dari kemaren belum buka wp D:
              Iya maaf ya T_T

              LOL pacar baru? Kamu mau diracun terus di bom juga ????? xD
              Sequel? Apa itu sequel? /plak

          • soalnya.. jarang-jarang komen
            dariku -diblog lain- dibales.. apalagi
            kalo freelance:( kadang itu –
            gakdibales- yg bikin bete dan males
            nulis komen. jadi reader juga
            bisanyeseklo.
            ayo thor, nggak mau tau. engkau
            harus mengobatiku dg sequelnya
            espresso u,u kalo bisa namaku juga
            berpartisipasi ya? jadi
            pacarbarunya kyungsoo mungkin?
            wkwk abaikan itu hayo mana
            sequelnya

            • Aah mungkin tenggelam kali mention kamu TT kebetulan komentator aku kan sedikit jadi ga ada yang tenggelam<3
              Iyaa aku juga pernah ngerasain kok TT
              Hehe ditunggu aja ya;3; tapi aku ga janji soalnya entar lagi aku mau hiatus dari dunia perfiksian-3-
              sip makasih udah komenatar sekali lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s