Espresso

espresso-1

 

Espresso || Written by pearlshafirablue || Staring by Nam Woohyun [Infinite] – Jung Eunji [A-Pink] || Romance – Phsyco || PG-13 || Ficlet ||

Disclaimer
As usual, the characters belong to God and themselves. Once fiction, it’ll be forever fiction. I don’t make money for this. Inspirated by another fanfiction.

A/N
Kembali lagi dengan FF Phsyco. Tidak tahu kenapa saya addict sekali dengan FF ber-genre ini. Masih ada beberapa manipulasi umur disini. Cerita ini sudah pernah di publish disini tapi dengan cast yang berbeda.

-o0o-

            Disitulah lelaki itu menunggu.

Di sebuah kafe pinggir jalan yang terkenal akan keramahan pramusajinya.

Nam Woohyun menyesap kopi pahit yang baru sampai di mejanya beberapa menit yang lalu. Jasnya ia biarkan terurai di tiup angin musim gugur. Surai coklatnya ia tata sedemikian rupa. Ia tidak mau tampil buruk hari ini.

Di hari terakhir ia bertemu dengan wanita itu.

Iris hazel-nya terus menjelajahi kafe kecil itu. Siapa tahu, wanita yang daritadi ditunggunya sudah sampai.

Benar saja, beberapa detik kemudian tatapannya bertemu dengan tatapan seorang wanita yang terlihat sendu.

“Nam Woohyun…” Terdengar panggilan lirih Jung Eunji—wanita yang ditunggu Woohyun.

Woohyun tampak tak menghiraukan panggilan tersebut. Bibirnya belum lepas dari mulut cangkir.

“Maafkan aku Woohyun.” Kini suara gadis itu terdengar serak. “A-aku… aku menyesal. Aku tidak bermaksud bermain di belakangmu. Sungguh.” Dari ekor mata Woohyun, ia bisa melihat kini Jung Eunji mulai menangis. “A-aku tidak berbohong, hanya saja waktu itu Sunggyu—”

“Eunji-ssi.” Woohyun mengangkat tatapannya. “Tenang. Duduklah.” Ujarnya hangat.

Eunji membulatkan matanya sebentar. Ia tidak percaya lelaki keras kepala yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun ini masih bisa bersikap ramah padanya. Padahal baru kemarin ia menghancurkan hati Woohyun—yang memergokinya berjalan mesra bersama Kim Sunggyu. Lelaki yang notabene sahabat Woohyun sejak kecil.

“Kau benar-benar tidak mau duduk?” Suara Woohyun membuyarkan lamunan Eunji. Dengan gugup, ia segera duduk di kursi kosong di hadapan Woohyun.

“Woohyun, dengar, aku ingin—”

“Santailah sejenak, Eunji.” Suara ramah Woohyun kembali membuat Eunji terdiam. Mata Woohyun kini beralih ke arah secangkir espresso dengan asap yang masih mengepul di atasnya. “Aku sudah memesankan minuman kesukaanmu. Minumlah dulu.” Ujarnya.

Dengan canggung, Eunji menyesap espresso hangat yang dipesankan Woohyun. Setelah menghabiskan seperempat isinya, ia kembali menghadap Woohyun.

“Woohyun, cepat atau lambat, aku harus mengatakan ini. Aku tahu—”

“Ya, aku mengerti.” Potong Woohyun. Eunji menautkan kedua alisnya—heran.

“A-apa yang—”

“Aku minta maaf karena tidak bisa jadi yang terbaik untukmu, Eunji. Mungkin Sunggyu lebih baik dariku. Aku mengerti. Tenang saja.” Woohyun menarik sudut bibir kanannya membentuk sebuah senyuman. Ia menatap iris madu Eunji yang masih memandangnya tidak percaya.

“Su-sungguh? Kau membiarkanku dengan Sunggyu? Kau rela putus denganku?” Kini mata Eunji terlihat berbinar. Woohyun mendengus melihatnya. Tetapi ia tetap memasang sesungging senyuman di bibir tipisnya.

“Ya. Tentu saja. Aku mencintaimu, Jung Eunji. Tidak ada yang membuatku lebih bahagia dibanding melihat kau bersama orang yang kau suka.” Jawab Woohyun—ironis.

Eunji terlihat gembira sekali. Berbanding terbalik dengan suasana hatinya saat berangkat menemui Woohyun disini. “Te-terimakasih, Woohyun! Terimakasih! Aku akan selalu berdoa agar kau menemukan wanita yang lebih baik daripada aku! Terimakasih!” Seru Eunji tak henti-hentinya membungkuk di depan Woohyun.

Woohyun hanya bisa tersenyum—sambil sesekali mengangguk.

Setelah menghabiskan espresso-nya, Eunji segera beranjak. “Terimakasih sekali lagi, Woohyun. Kau memang yang terbaik.” Seru Eunji sebelum berbalik memunggungi Woohyun.

Benarkah aku yang terbaik?

Mendadak, Eunji berhenti melangkah. “Oeeeekk!” Mulutnya mengeluarkan erangan kesakitan berkali-kali. Tubuhnya ambruk seketika.

Pegawai kafe beserta pengunjung yang berada di sekitarnya langsung berlari mengerubungi  Eunji. Terlihat busa putih keluar dari mulutnya.

Woohyun yang melihat kejadian itu kembali menarik salah satu sudut bibirnya. Alih-alih senyuman hangat, tapi yang terbentuk di bibirnya malah sebuah senyuman miring.

Ia bangun dari tempat duduknya. Membetulkan dasi hitamnya yang tadi sempat berantakan.

Kaki jenjangnya melangkahi tubuh Eunji yang kini dikerumuni banyak orang. Ia menoleh sebentar ke belakang. Tidak mempedulikan berbagai macam tatapan murka dari orang-orang di sekitarnya karena melangkahi tubuh tidak berdaya itu.

Woohyun kembali tersenyum.

Ia berjalan keluar dari kafe.

Setelah dirinya berada sekitar 200 meter dari kafe, mendadak terdengar ledakan yang memekikkan telinga. Kafe yang baru beberapa menit ditapakinya kini menjelma menjadi kobaran api dan kepulan asap. Suara klakson mobil dan hiruk-pikuk orang yang berlarian di sekitarnya tidak bisa melunturkan senyum yang daritadi terpahat di bibir lelaki berjas coklat itu.

Ada racun di espresso yang diminum Eunji.

Ada bom di samping meja kasir.

Woohyun kembali menoleh ke belakang. Kini 2 buah mobil polisi sudah terparkir dengan rapi di depan kafe yang baru saja meledak di pinggiran kota Seoul tersebut.

Woohyun membuka pintu mobilnya perlahan. Ia menghempaskan tubuhnya bersamaan dengan tertutupnya pintu mobil.

Apakah Woohyun kekasih yang baik?

Tentu saja. Tidak ada yang lebih mencintai Eunji dibanding dirinya. Tidak seorangpun—termasuk Sunggyu.

Dan jika Jung Eunji tidak bisa menjadi miliknya,

.

.

.

maka tidak bisa menjadi milik siapapun.

-o0o-

|| THE END ||

Advertisements

3 thoughts on “Espresso

  1. Wohooo~~~ Dirimu suka Psyco juga rupanya? Mari kita High Five dulu~~ XDD

    Itu.. diriku suka banget sama endingnya.. ‘maka tidak bisa menjadi milik siapapun.’
    lumayan suka bikin FF yang semacam itu sih, hehe XD

    Okay then, bingung mau komen apa lagi.. Keep writing.. SEMANGAT ! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s